KAPITALISME DAN SOSIALISME
KAPITALISME DAN SOSIALISME
Oleh: Aqvila Fadini B.
Ilmu ekonomi merupakan studi tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas. Dalam ekonomi mempelajari bagaimana kita dapat mengelolah sumber daya ekonomi yang terbatas dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan kita yang tidak terbatas. Artinya ada konflik antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan keinginan manusia disisi sumber daya yang terbatas. Jadi, masalah utama sistem ekonomi adalah kelangkaan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Terdapat dua sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem kapitalis terjadi karena adanya etos mencari keuntungan sebanyak-banyaknya sementara sumber daya bersifat terbatas. Upaya kapitalis didukung oleh nilai liberal dalam memenuhi kebutuhan. Sistem ini menyebabkan persaingan sengit satu sama lain untuk bertahan hidup. Sistem ekonomi ini cenderung, membebaskan individu untuk memiliki properti, kebebasan ekonomi dan persaingan bebas, dan ketimpangan ekonomi. Tujuan dari sistem ekonomi sosialis adalah mencapai kesejahteraan bersama. Karakteristik ekonomi sosialis meliputi kepemilikan properti oleh kesetaraan ekonomi, negara, dan disiplin politik.
Tampaknya mustahil untuk berbicara tentang kapitalisme tanpa Adam Smith. Adam Smith adalah manusia pertama yang menyarankan pentingnya akumulasi modal dalam pembangunan ekonomi. Teori nilai kerja Adam Smith kemudian menjadi dasar kapitalisme. Ernest Mandel membahas dan mengusulkan lima fitur utama ekonomi kapitalisme secara lebih rinci dalam buku Bagong Suyanto Economic Sociology: Capitalism and Consensus in the Age of Postmodernist Societies. Pertama, pada tingkat produksi, cara kapitalis adalah memproduksi komoditas untuk memaksimalkan keuntungan. Kedua, produksi didasarkan pada kepemilikan pribadi. Ketiga, operasionalisasi produksi untuk menguasai pasar di bawah kendali persaingan. Keempat, kapitalis berusaha memaksimalkan keuntungan dengan berbuat. Kelima, tujuan akhir produksi adalah akumulasi kapital.
Sistem ekonomi sosialis juga diutarakan oleh Karl Marx dalam bukunya Das Kapital. Sebagai pencetus aliran filsafat marxisme ini lahir pada 5 mei 1818 di kota Trier-Rusia. Karl Marx dalam bukunya Das Kapital mengkritik sistem ekonomi kapitalis yang dikatakan gagal mencapai sistem ekonomi yang stabil. 2 Sistem ekonomi sosialis sangat bertentangan dengan ekonomi kapitalis. Sosialisme merupakan sistem ekonomi yang mana pemerintah mengatur semua kegiatan ekonomi dan menerapkan perencanaan terpusat. Interpretasi sosialisme ini berbeda secara signifikan dari kapitalisme, di mana sistem ekonomi memberikan kebebasan penuh kepada individu Namun, harus dikelola secara kolaboratif, yang diatur oleh negara. Oleh karena itu, Marx mendefinisikan sosialisme sebagai sistem di mana pemerintah mengatur kegiatan ekonomi dengan cara yang paling penting atau dominan.
Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonomi dipandu oleh kekuatan pasar dengan campur tangan pemerintah yang terbatas. Setiap individu dalam kapitalisme memiliki fleksibilitas penuh untuk terlibat dalam kegiatan yang menguntungkan dirinya. Pasar bebas, menurut Adam Smith, akan menguntungkan semua orang, tetapi tidak menurut Karl Marx. Di sinilah kritik Karl Marx terhadap kapitalisme pertama kali muncul. Dia mengklaim bahwa pasar bebas akan memiliki implikasi bencana bagi masyarakat, termasuk peningkatan ketimpangan sosial ekonomi. Akibatnya, pasar bebas hanya akan menguntungkan borjuasi, pemilik alat produksi, atau pemilik modal, sementara pekerja atau buruh akan sangat menderita sebagai akibat dari mekanisme pasar bebas ini.
Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem di mana individu/sektor swasta memiliki mayoritas aset produktif dan/atau faktor produksi. Kapitalisme, menurut Milton H. Spencer, penulis buku Contemporary Economics (1977), adalah sistem ini memiliki ciri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan distribusi serta penggunaannya untuk menghasilkan keuntungan dalam kondisi persaingan.
Ada kebebasan bagi individu untuk memiliki sumber daya dalam sistem ekonomi ini, seperti persaingan antara seseorang dalam memenuhi kebutuhannya, dan persaingan antara organisasi bisnis untuk memperoleh pendapatan. Dalam prinsip "Keadilan" ekonomi kapitalis menyatakan bahwa setiap orang mendapatkan gaji tergantung pada kinerja tenaga kerja mereka. Karena pemerintah adalah "Pengamat" dan "Pelindung" dalam perekonomian, campur tangan pemerintah sangat minim dalam situasi ini.
Pencipta Sistem Ekonomi Kapitalis Smith, Adam (1723-1790) Kirkcaldy, Skotlandia adalah tempat ia dilahirkan. Ayahnya bekerja sebagai supervisor keuangan pelanggan dan pengacara. Adam Smith kuliah di Universitas Glasgow ketika dia berusia 14 tahun. Dia mengambil jurusan filsafat moral, matematika, dan ekonomi politik di universitas. Banyak dari publikasi besarnya yang masih digunakan sebagai referensi oleh para ekonom hingga sekarang. Terdapat dua karya monumental yang membahas mekanisme pasar. Dalam karya pertamanya The Thory of Moral Sentiments (1759) lalu An Inquiry Into The Nature And Causes Of The Wealth of Nations atau dikenal sebagai The Wealth of Nations (1776), buku yang meneguhkan ketokohan Adam Smith sebagai Founding Father “Bapak Ilmu Ekonomi”.
Menurut Adam Smith, pasar diatur oleh kekuatan rahasia (invisible hand), maka pasar harus bebas dari keterlibatan pemerintah. Peran pemerintah terbatas sebagai pengawas atas semua pekerjaan oleh warganya.
Ide serta keyakinan Adam Smith memiliki dampak yang besar. Hampir setiap topik dalam subjek ekonomi dapat ditelusuri kembali ke sudut pandang Smith. Bukan orisinalitas pemikirannya yang membuatnya terkenal. Smith sangat dihormati karena dia mampu menciptakan sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang dimaksud adalah ekonomi pasar, yang disebut sebagai sistem ekonomi liberal (karena lebih memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya untuk individu atau unit ekonomi dalam melakukan yang terbaik untuk kepentingannya sendiri)
Konsep dasar ekonomi kapitalis adalah 1) memiliki tanah sendiri Setiap individu memiliki hak untuk memiliki dan menjual properti sesuai dengan preferensinya sendiri. Individu memiliki kepemilikan penuh atas harta benda mereka dan bebas untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi sesuai keinginan mereka. Setiap orang berhak menikmati hasil produksi dan distribusi, serta kebebasan dalam bekerja. Teori yang mendasari prinsip tersebut yaitu individu merupakan satu-satunya pemilik segala sesuatu yang ia ciptakan, dan bahwa orang lain tidak berhak atas hasil kerjanya. Dia memiliki hak untuk memonopoli segala alat produksi yang didapatkan melalui bisnis, dan dia memiliki hak untuk membelanjakannya hanya di sektor-sektor di mana dia memiliki keunggulan kompetitif. 2) Persaingan pasar dan kebebasan ekonomi Setiap orang berhak membentuk, mengatur, dan mengelola usahanya sendiri. Individu memiliki hak untuk terlibat dalam semua bentuk perdagangan dan menghasilkan uang sebanyak yang mereka pilih. Pemerintah dilarang mencampuri semua kegiatan ekonomi yang mencari keuntungan selama itu sah dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prinsip ini memiliki kelebihan dan kekurangan seperti: 1) Dalam ekonomi kapitalis, merangkul kebebasan ekonomi akan menambah produksi. Situasi ini akan berdampak pada distribusi kekayaan yang wajar di masyarakat, yang secara tidak langsung akan berdampak pada kekayaan negara. 2) Persaingan individu akan membantu mempertahankan penyesuaian rasional antara dua variabel dengan membawa tahap produksi ke tingkat harga yang sesuai. Tingkat keuntungan dan gaji akan tetap mendasar dan rasional sebagai akibat dari persaingan bebas. Dalam ekonomi liberal, penganut sistem ini berpendapat jika persaingan bebas dapat menghalangi egoisme individu dan melampaui batas. Individulah yang menjaga keseimbangan dan keadilan di antara mereka. Karena ada beberapa dan juga banyak orang yang memproduksi satu jenis barang dan banyak pedagang yang membelinya di pasar bebas, kemungkinan besar akan ada harga yang adil oleh karena itu pendapatan yang didapatkan setiap individu sama, tidak lebih dan juga kurang. Mirip dengan tujuan meningkatkan output. Jika dorongan ini dipertahankan, setiap individu akan memiliki kesempatan yang luar biasa untuk bekerja keras dan dengan energi yang maksimal. Hal ini akan meningkatkan jumlah dan kualitas produksi.
Juga Penganut sistem ekonomi kapitalis mengakui bahwa peningkatan produktivitas tidak dapat disamakan dengan kemauan untuk menggali prospek bisnis baru. Karena semakin rendah keinginan dan kesungguhan untuk menggenjot produksi, semakin sempit kemungkinan untuk berbisnis. Namun, persaingan bebas yang tidak terkekang menyebabkan orang-orang tertentu mengumpulkan kekayaan dalam jumlah yang berlebihan. Akibatnya, terjadi ketimpangan distribusi kekayaan di masyarakat, yang merugikan perekonomian.
Sebagai hasil dari persaingan bebas, individu mengembangkan semangat bersaing. Namun, hal itu menciptakan perselisihan sosial. Kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir individu, yang akan mengeksploitasinya dalam memajukan tujuan mereka dengan mengorbankan kepentingan masyarakat. Prinsip tersebut berdampak pada terganggunya keseimbangan distribusi kekayaan masyarakat dari segi ekonomi. Kekayaan dan produksi berarti terkonsentrasi pada sekelompok kecil orang, terutama mereka yang memiliki banyak kekuasaan dan uang. Akibat situasi ini, masyarakat secara efektif terbagi menjadi dua kelas kaya dan miskin. Kalangan atas memiliki kendali penuh atas alat-alat produksi dan dapat bertindak semaunya, menggunakan alat-alat produksi untuk keuntungannya sendiri. Keadaan ini menghilangkan kemampuan masyarakat miskin/miskin untuk berpartisipasi dalam proses manufaktur, membuat mereka tidak punya pilihan selain dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya. Uang mereka berasal dari menyediakan layanan untuk memberi manfaat bagi orang kaya. Dari segi moral, prinsip ini mengarah pada cita-cita moral yang tinggi seperti persaudaraan, kerjasama, gotong royong yang tidak lagi dihargai dan diabaikan masyarakat. Kebajikan itu akan digantikan dengan keegoisan dan kurangnya kepedulian terhadap orang lain. Tidak ada motivasi untuk kepentingan masyarakat, sehingga setiap orang akan berusaha untuk mencapai motivasi pribadi.
Kesenjangan yang terjadi antara hak majikan dan hak pekerja akan membagi masyarakat menjadi dua kelompok yang saling bersaing dengan kepentingan bersama yang akan saling menjatuhkan. Pekerja tidak memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan pendidikan mereka. Ketimpangan ini semakin memperluas kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
Untuk memperoleh kekayaan, mereka memilih untuk menggunakan metode tidak jujur. Mereka bertujuan untuk menjadi jutawan dengan menyesatkan orang dan mengumpulkan uang secara tidak adil. Kapital adalah sumber produksi sekaligus sumber kebebasan dalam sistem ekonomi kapitalis. Individu dengan kekayaan lebih akan memiliki lebih banyak fleksibilitas dan mencapai prestasi yang lebih tinggi. Prinsip ini ternyata menimbulkan ketidakadilan ekonomi. Dalam sistem ekonomi kapitalis, keuntungan produksi dan distribusi hanya tersedia untuk segelintir orang terpilih.
Dasar-dasar Sistem Ekonomi Kapitalis Kelangkaan muncul sebagai akibat dari konflik antara keinginan manusia yang tidak terbatas dan sumber daya ekonomi yang terbatas. Kuantitas, kualitas, lokasi, dan waktu adalah semua faktor dalam kelangkaan. Upaya untuk menjembatani kesenjangan ini dilakukan dengan memperbanyak jumlah produk dan jasa yang dihasilkan sebanyak mungkin guna mengurangi jumlah kebutuhan manusia yang belum terpenuhi. Para ekonom merumuskan tiga kesulitan ekonomi dasar dari masalah kelangkaan secara lugas, yaitu:1) Barang apa dan dalam jumlah berapa yang harus diproduksi? Barang apa yang harus dibuat, dengan kata lain, barang apa yang harus dipasok? Seberapa besar kesejahteraan masyarakat akan meningkat? 2) Apa cara terbaik untuk membuatnya? Masalah Tanggapan kedua menyangkut metode produksi. Khususnya, bagaimana memadukan komponen-komponen produksi untuk mencapai hasil terbaik. 3) Untuk siapa barang dan jasa diproduksi? Aspek keadilan dan kesetaraan hadir dalam pertanyaan ini.
Sudut pandang tentang nilai (worth) produk. Nilai adalah cara menentukan kemampuan produsen dan pelanggan untuk melihat manfaat barang dan jasa. Ada dua jenis nilai untuk produk dan jasa: yang berhubungan dengan nilai penggunaan suatu barang untuk individu, yang dikenal sebagai nilai utilitas, dan yang mengacu pada nilai suatu barang dalam kaitannya dengan hal lain, yang dikenal sebagai nilai tukar.
Fungsi harga dalam sistem kapitalis antara lain, 1) Peranan harga dalam proses produksi Harga di bidang produksi menentukan produsen mana yang boleh masuk dan yang tidak boleh masuk atau keluar area produksi. Mekanisme ini membuat kepemilikan produksi dalam sistem ekonomi ini ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki oleh produsen, sehingga orang-orang lemah yang tidak mempunyai kapasitas modal keluar dari wilayah produksi dan akhirnya menjadi masyarakat yang terpinggirkan. 2) Peranan harga dalam belanja konsumen di sektor konsumen. Harga adalah alat pengendali untuk menentukan kemampuan konsumen untuk memenuhi berbagai keinginan serta kebutuhannya. 3) Dalam distribusi, fungsi apa yang dimainkan harga? Mekanisme distribusi dalam sistem ekonomi kapitalis adalah struktur harga, yang berfungsi sebagai titik temu antara penawaran serta permintaan. Perpotongan antara tingkat harga pasar dan keputusan konsumen untuk memperoleh produk serta jasa merupakan cara untuk menyaring barang mana yang terjual dan tidak terjual.
Ada keuntungan dan kerugian untuk ekonomi kapitalis. Keuntungan sistem kapitalis sangat banyak. Kebebasan ekonomi, menurut para pendukung aliran kapitalis, dapat memberi orang beberapa kesempatan untuk memenuhi keinginan mereka. Persaingan individu dapat membantu mempertahankan penyesuaian yang masuk akal antar dua variabel dengan membawa tahap "produksi" serta tingkat "harga" ke tingkat yang adil. Keuntungan akan tetap rendah karena persaingan. Motif keuntungan, menurut ekonom kapitalis, adalah tujuan terbaik, sebanding dengan tujuan memaksimalkan keuntungan.
Persaingan bebas tanpa batas merupakan kelemahan dalam perekonomian kapitalis yang dapat menimbulkan banyak kerugian di masyarakat jika mempengaruhi kapasitas tenaga kerja dan sistem perekonomian dan pembentukan rasa bersaing antar individu. Kemampuan seseorang yang tak terbatas agar mempunyai barang, misalnya, menyebabkan distribusi kekayaan yang tidak merata dalam masyarakat dan, sebagai akibatnya, merusak sistem ekonomi. Adapun perbedaan yang signifikan (jelas) dalam hak pengusaha dan pekerja; penerima upah tidak memiliki kemungkinan yang sama dengan pesaing mereka, jadi kesenjangan akan semakin besar antara si kaya dan si miskin.c) Di satu sisi, sistem ekonomi kapitalis menempatkan keuntungan produksi dan distribusi di bawah kendali masyarakat, yang memiliki banyak masalah kesejahteraan serta membatasi kekayaan di antara individu-individu tertentu. Di sisi lain, segelintir orang yang egois menjamin kesejahteraan semua pekerja.
Sistem ekonomi berbasis sosialisme merupakan jenis penentangan terhadap sistem ekonomi kapitalis, yang dianggap gagal mencapai kesejahteraan egaliter. Jika sistem ekonomi dalam mekanisme pasar berkembang sepenuhnya mengamankan siklus ekonomi. Akibatnya, dalam sistem ekonomi sosialis, pemerintah memainkan peran penting dalam mengelola perekonomian suatu negara. Dimulai dengan perencanaan dan pelaksanaan, rantai ekonomi masyarakat dipantau.
Istilah "sosialisme" digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan. Selain itu, istilah "sosialisme" dapat merujuk pada sistem ekonomi. Juga dapat digunakan untuk menunjukkan perkembangan filsafat, ideologi, kepercayaan, ajaran, atau gerakan.
Beberapa individu memahami sosialisme sebagai sistem ekonomi yang mana pemerintah berfungsi sebagai pihak yang menasionalisasi bisnis besar seperti pertambangan, jalan, jembatan, kereta api, dan bentuk produksi lain yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Sosialisme, dalam bentuknya yang paling lengkap, mensyaratkan kontrol negara atas semua alat produksi, termasuk wilayah pertanian, serta penghapusan kepemilikan pribadi.
Semangat kesatuan atau kolektivisme menonjol dalam masyarakat sosialis. Komunisme adalah salah satu jenis kolektivisme yang paling ekstrem. Kekuasaan pusat membuat keputusan ekonomi, merencanakannya, dan mengawasinya. Karena mencapai masyarakat komunis yang diinginkan membutuhkan sebuah revolusi, komunisme dapat dianggap sebagai sistem paling ekstrim dari doktrin kiri sosialis. "Ekonomi Komando" adalah ekonomi yang dibangun di atas sistem yang mana semuanya berada di bawah kendali seseorang. Demikian pula, karena negara adalah otoritas mutlak di bawah sistem komunis, ekonomi komunis juga disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter." "Anarkisme" adalah istilah yang dipakai. Kata ini mengacu pada lingkungan sosial di mana pemerintah tidak mengambil peran koersif dalam menegakkan kebijakannya, tetapi menyerahkannya kepada asosiasi individu untuk melakukan sendiri dalam tatanan sosial saat ini.
Tokoh Pendiri Sistem Ekonomi Sosialis1). Karl Marx adalah seorang revolusioner yang berjuang untuk 5 Mei 1818, di Trier, Jerman. Marx belajar hukum di Universitas Bonn setelah datang dari latar belakang Yahudi kelas menengah. Dia pergi ke Universitas Berlin untuk belajar filsafat setahun kemudian. Dia mendapatkan gelar sebagai doktor di bidang filsafat pada usia 23 tahun. Setelah gagal menjadi dosen, Marx melanjutkan bekerja sebagai jurnalis sebelum menjadi penulis dan aktivis politik. Karl Marx adalah seorang sosialis radikal yang percaya jika hak individu, khususnya hak kepemilikan tanah, harus dihapuskan. Lebih jauh lagi, petani bukanlah komponen penting dalam transisi menuju masyarakat sosialis yang sesungguhnya. Marx membuat argumen ini berdasarkan materialisme dialektisnya, yang berpandangan bahwa sejarah hanya dapat berubah sebagai akibat dari unsur-unsur produksi dan penguasaan alat-alat produksi oleh proletariat yang tereksploitasi. 2) St Simon Rasul Comte de Saint Simon, Claude Henri de Rouvroy. Henri de Saint Simon adalah nama aslinya. Lahir di distrik miskin Paris, Prancis, pada 17 Oktober 1760, dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah seorang tentara, Louis-Francois de St. Simon, putra kedua dari Louis-Francois de St. Simon. Saint Simon belajar secara otodidak dan dibimbing secara pribadi oleh guru-gurunya. Dia mendaftar di militer pada usia 17 tahun dan menjabat sebagai kapten artileri di koloni Prancis Amerika, Yorktown, pada tahun 1781. Dia dikenal sebagai "Bapak Sosialisme" karena dia adalah orang pertama yang mengadvokasi pemerintah/negara untuk sepenuhnya memiliki alat-alat produksi.
Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis 1) Masyarakat secara keseluruhan memiliki semua sistem produksi serta sumber pendapatan. Hak milik individu atau manfaat produksi tidak di izinkan. Landasan sistem ini adalah jika semua alat produksi menjadi milik bersama anggota masyarakat. Individu tidak diperbolehkan untuk mempunyai atau menggunakan sumber daya produksi. Dan juga, bertindak atas kehendak bebasnya sendiri. Individu tidak dapat memperoleh apa pun selain gaji dan kontribusi mereka kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakatlah yang memasok kebutuhan dasar kehidupan bagi mereka yang bekerja. Tidak ada "hak milik pribadi" dalam sistem ini. Hal ini tentu berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang memberikan individu kepemilikan penuh dan kenikmatan alat-alat produksi. 2) Kesetaraan kesempatan Hak individu dalam wilayah ekonomi diatur oleh konsep kesetaraan, menurut sistem ekonomi sosialis. Individu diberikan kebutuhan hidup berdasarkan kebutuhan khusus mereka. Untuk mencapai kesetaraan ekonomi, semua urusan negara ditempatkan di bawah kendali pekerja, yang memegang kendali atas semua hukum produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi dan hak milik pribadi dihilangkan. 3) Disiplin dalam politik Untuk memenuhi tujuan tersebut di atas, seluruh negeri ditempatkan di bawah kendali buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi dan hak milik tidak lagi dijamin. Untuk membuat implementasi sosialisme lebih berhasil, peraturan ditegakkan dengan ketat.
Adapun karakteristik dalam Ekonomi Sosialis, memprioritaskan kebersamaan masyarakat dipandang sebagai satu-satunya realitas sosial. Juga, dalam sistem sosialis, hak pribadi (individu) tidak diakui. 2) Pemerintah memainkan peran penting. Dari strategi hingga implementasi dan pengawasan, pemerintah terlibat aktif. Negara mengatur alat-alat produksi serta kebijakan ekonomi. 3). Pola produksi mempengaruhi sifat manusia. Pola produksi (aset yang dikuasai masyarakat) memunculkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis), sedangkan pola produksi (aset yang dikuasai individu) memunculkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
Kelemahan ekonomi sosialis yaitu Sulit terjadi transaksi, kebebasan terbatas, tidak mementingkan pendidikan moral. Keuntungan ekonomi sosialis terjadinya kebutuhan pokok Berdasarkan rancangan Negara, Negara melakukan produksi tetapi, sistem tersebut hanya menyusahakan masyarakat tidak sesuai dengan prinsip Demi Kesejahteraan Rakyat Bersama. Hal tersebut dikarenakan a) Individu yang dipaksa untuk melepaskan kebebasan pribadi mereka dan hak milik pribadi merasa sulit untuk tawar-menawar. b) Sistem ekonomi totaliter tidak memiliki kendali langsung atas sistem ini. Pekerja diperlakukan sebagai budak dan dipaksa bekerja seolah-olah mereka adalah mesin. c) Segala sesuatu dalam sistem ini diarahkan agar tujuan ekonomi tercapai, sedangkan instruksi moral individu diabaikan. Akibatnya, masyarakat akan terpecah menjadi banyak kelompok (pekerja dan pengusaha). Semua kekuasaan akan terkonsentrasi di tangan kaum buruh yang kurang pendidikannya (proletariat). d) Sistem ekonomi sosialis berusaha agar mencapai tujuannya dengan memaksakan kendala eksternal dan menekankan pendidikan moral. Sistem komunis menumbuhkan perasaan permusuhan dan balas dendam daripada upaya untuk mengembangkan semangat persaudaraan dan kerjasama yang baik antara bos dan karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilya, N. W. (2021). EKONOMI KAPITALISME DAN SOSIALISME.
Itang, I., & Daenuri, A. (2017). Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis, Dan Islam. Tazkiya, 18(01), 67-91.

Komentar
Posting Komentar